Expired Artinya Apa? Ini Perbedaan Expired, Kedaluwarsa, dan Best Before

Expired Artinya Apa? Ini Perbedaan Expired, Kedaluwarsa, dan Best Before
October 28, 2026 Umi Abdilah
Avatar photo
In Artikel dan Berita
arti expired

Istilah expired sering kita temukan pada kemasan makanan, minuman, obat, kosmetik, hingga suplemen. Secara sederhana, expired berarti masa berlaku suatu produk telah berakhir. Dalam bahasa Indonesia, istilah yang baku untuk menyebut kondisi ini adalah kedaluwarsa.

Memahami tanggal kedaluwarsa bukan sekadar melihat angka yang tercetak pada kemasan. Informasi ini membantu kita mengetahui batas waktu mutu produk yang dijamin oleh produsen, sekaligus menjadi salah satu hal penting yang perlu diperiksa sebelum produk digunakan atau dikonsumsi.

Bagi konsumen, kebiasaan memeriksa tanggal kedaluwarsa dapat membantu mengurangi risiko penggunaan produk yang sudah tidak layak. Sementara itu, bagi produsen dan pelaku usaha, pencantuman informasi kedaluwarsa yang jelas merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas produk dan membangun kepercayaan konsumen.

Pengertian Expired dan Kedaluwarsa

Menurut KBBI, kedaluwarsa berarti telah melewati batas waktu yang ditetapkan. Istilah ini umum digunakan untuk makanan dan berbagai produk lain yang memiliki masa simpan atau masa berlaku tertentu.

Dalam konteks pangan, tanggal kedaluwarsa berkaitan dengan batas waktu jaminan mutu produk, selama produk disimpan sesuai petunjuk yang diberikan produsen. Artinya, informasi ini bukan sekadar penanda tanggal, tetapi juga membantu konsumen memahami sampai kapan mutu produk dijamin dalam kondisi penyimpanan yang sesuai.

Karena itu, penting untuk membaca informasi pada kemasan dengan cermat. Selain tanggal kedaluwarsa, perhatikan pula petunjuk penyimpanan dan kondisi fisik produk sebelum menggunakannya.

Perbedaan Expired, Kedaluwarsa, dan Best Before

Meskipun sering dianggap sama, istilah expired, kedaluwarsa, dan best before memiliki penggunaan yang perlu dipahami.

Istilah Bahasa Makna Contoh
Expired Inggris Menunjukkan bahwa masa berlaku produk telah berakhir “Produk ini sudah expired.”
Kedaluwarsa Indonesia baku Menunjukkan bahwa batas waktu yang ditetapkan telah terlewati “Obat ini telah kedaluwarsa.”
Baik digunakan sebelum (best before) Indonesia/Inggris Menunjukkan batas waktu jaminan mutu produk jika disimpan sesuai petunjuk “Baik digunakan sebelum: 31-12-2026.”

Kata expired memang lebih sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Namun, untuk artikel resmi, dokumen bisnis, dan komunikasi yang ditujukan kepada konsumen, istilah kedaluwarsa lebih tepat digunakan karena merupakan bentuk baku dalam bahasa Indonesia.

Perlu diingat, arti dan penggunaan keterangan pada kemasan juga bergantung pada jenis produk serta ketentuan yang berlaku. Karena itu, jangan hanya mengandalkan istilah yang tercetak, tetapi baca seluruh informasi pada label.

Expired sebagai Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia

Kata expired berasal dari bahasa Inggris dan sudah cukup akrab dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Istilah ini sering muncul ketika seseorang membicarakan masa berlaku makanan, minuman, obat, atau produk perawatan tubuh.

Meski demikian, bentuk baku dalam bahasa Indonesia adalah kedaluwarsa, bukan “kadaluarsa” atau “kadaluwarsa”.

Pada kemasan produk, terutama obat, konsumen juga dapat menemukan singkatan ED (Expiration Date) atau EXP yang merujuk pada tanggal kedaluwarsa. Pada obat, tanggal tersebut ditetapkan berdasarkan pengujian stabilitas produk dengan mempertimbangkan kondisi penyimpanan yang ditentukan.

Agar penggunaannya lebih tepat, berikut panduan sederhana dalam memilih istilah.

Kebutuhan Istilah yang disarankan Keterangan
Percakapan sehari-hari Expired Umum digunakan dan mudah dipahami
Label pangan Kedaluwarsa atau “Baik digunakan sebelum” Sesuaikan dengan ketentuan label pangan
Artikel dan dokumen resmi Kedaluwarsa Menggunakan bentuk baku bahasa Indonesia
Label obat ED atau kedaluwarsa Ikuti ketentuan penandaan obat yang berlaku

Panduan Menulis Informasi Kedaluwarsa pada Kemasan Produk

Informasi kedaluwarsa merupakan salah satu bagian penting dari label produk. Karena itu, produsen perlu memastikan tanggal yang dicantumkan akurat, mudah ditemukan, dan dapat dibaca dengan jelas.

Label yang baik tidak hanya membuat kemasan terlihat rapi. Informasi yang disajikan dengan benar juga membantu konsumen mengambil keputusan sebelum membeli atau menggunakan suatu produk.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mencantumkan informasi kedaluwarsa pada kemasan.

1. Gunakan Istilah yang Tepat

Untuk pangan olahan, frasa “Baik digunakan sebelum” digunakan sesuai ketentuan pelabelan yang berlaku. Frasa tersebut kemudian diikuti tanggal yang relevan, misalnya:

“Baik digunakan sebelum: 31-12-2026.”

Walaupun istilah expired date mudah dipahami, penggunaan istilah bahasa Indonesia yang tepat membuat informasi pada kemasan lebih jelas dan konsisten.

Bagi pelaku usaha, pemilihan istilah juga perlu disesuaikan dengan jenis produk dan peraturan yang mengatur pelabelannya. Dengan begitu, informasi yang disampaikan tidak hanya mudah dimengerti, tetapi juga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2. Pastikan Format Tanggal Mudah Dipahami

Format tanggal yang tidak jelas bisa membuat konsumen salah membaca informasi pada kemasan. Oleh sebab itu, format tanggal perlu disesuaikan dengan masa simpan produk dan ketentuan pelabelan yang berlaku.

Secara umum, produk dengan masa simpan kurang dari atau sama dengan tiga bulan menggunakan tanggal, bulan, dan tahun. Untuk produk dengan masa simpan lebih dari tiga bulan, format tanggal-bulan-tahun atau bulan-tahun dapat digunakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Contoh format tanggal yang dapat ditemukan pada kemasan antara lain:

Masa simpan Format tanggal Contoh
Kurang dari atau sama dengan 3 bulan Tanggal-bulan-tahun 15-01-2027
Lebih dari 3 bulan Tanggal-bulan-tahun 31-12-2026
Lebih dari 3 bulan Bulan-tahun 12-2026

Penggunaan format yang konsisten membantu konsumen memahami informasi tanpa perlu menebak-nebak arti angka yang tercantum.

3. Letakkan Informasi di Area yang Mudah Ditemukan

Tanggal kedaluwarsa sebaiknya dicetak pada bagian kemasan yang mudah dilihat, seperti bagian bawah kaleng, sisi kemasan, atau tutup botol.

Jika tanggal dicantumkan terpisah dari keterangan “Baik digunakan sebelum”, lokasi tanggal tersebut perlu dijelaskan dengan petunjuk yang mudah dipahami.

Contoh penulisannya:

  • “Baik digunakan sebelum: 31-12-2026.”
  • “Baik digunakan sebelum, lihat bagian bawah kaleng.”
  • “Baik digunakan sebelum, lihat pada tutup botol.”

Penempatan yang tepat membuat konsumen lebih mudah memeriksa masa berlaku produk tanpa harus mencari terlalu lama.

4. Gunakan Tulisan yang Jelas dan Mudah Dibaca

Informasi kedaluwarsa harus dicetak dengan jelas dan tidak mudah terhapus. Ukuran huruf, warna tulisan, serta kontras antara teks dan latar belakang kemasan perlu diperhatikan agar tanggal tetap terbaca.

Hal ini menjadi semakin penting pada kemasan berwarna gelap, berbahan metalik, atau berukuran kecil. Jika tulisan terlalu samar atau ukurannya terlalu kecil, konsumen bisa kesulitan memastikan tanggal kedaluwarsa.

Untuk kemasan berukuran terbatas, produsen tetap perlu memastikan seluruh informasi wajib tersedia dan dapat dibaca sesuai ketentuan yang berlaku.

5. Sesuaikan Label dengan Ketentuan BPOM

Pencantuman informasi kedaluwarsa pada pangan olahan perlu mengikuti ketentuan pelabelan yang berlaku, termasuk Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan beserta perubahannya.

Ketentuan tersebut mengatur informasi yang perlu dicantumkan pada label, termasuk keterangan kedaluwarsa dan format tanggalnya. Terdapat pula pengecualian untuk jenis pangan tertentu.

Sebagai contoh, beberapa produk yang disebut dalam ketentuan tersebut meliputi minuman beralkohol dengan kadar alkohol minimal 7%, roti dan kue dengan masa simpan kurang dari atau sama dengan 24 jam, serta cuka. Untuk produk yang termasuk pengecualian, ketentuan pencantuman tanggal produksi dan/atau tanggal pengemasan tetap perlu diperhatikan sesuai aturan yang berlaku.

Karena regulasi dapat mengalami perubahan, pelaku usaha sebaiknya memeriksa ketentuan BPOM terbaru sebelum mencetak atau memperbarui label produk.

6. Sesuaikan Format Tanggal dengan Jenis Produk

Setiap produk memiliki karakteristik dan masa simpan yang berbeda. Karena itu, format tanggal serta petunjuk penyimpanan perlu disesuaikan dengan kebutuhan produk.

Jenis produk Format yang dapat dipertimbangkan Hal yang perlu diperhatikan
Roti, susu segar, dan makanan siap saji Tanggal-bulan-tahun Masa simpan relatif pendek
Produk beku, susu UHT, dan produk sensitif terhadap penyimpanan Tanggal-bulan-tahun serta petunjuk penyimpanan Kondisi penyimpanan dapat memengaruhi mutu
Biskuit, kopi instan, dan sereal Bulan-tahun atau tanggal-bulan-tahun Sesuaikan dengan masa simpan dan ketentuan label
Obat dan suplemen ED atau kedaluwarsa Ikuti ketentuan produk dan hasil pengujian stabilitas

Tabel tersebut merupakan panduan umum. Penentuan format akhir tetap perlu mempertimbangkan jenis produk dan peraturan yang berlaku.

Dampak Kesalahan Penulisan Informasi Kedaluwarsa

Kesalahan dalam mencantumkan tanggal kedaluwarsa bukan sekadar masalah tampilan kemasan. Informasi yang tidak jelas dapat membuat konsumen salah memahami masa berlaku produk dan mengambil keputusan yang kurang tepat.

Ada beberapa hal yang perlu diwaspadai.

Konsumen Bisa Salah Membaca Tanggal

Format tanggal yang tidak konsisten berpotensi menimbulkan kebingungan. Misalnya, angka “03-04-2027” dapat ditafsirkan sebagai 3 April 2027 atau 4 Maret 2027, bergantung pada format yang dipahami pembaca.

Untuk menghindari kesalahpahaman, produsen perlu menggunakan format tanggal yang jelas dan konsisten pada kemasan produk.

Informasi Produk Sulit Diperiksa

Tanggal yang dicetak terlalu kecil, memiliki kontras rendah, atau berada di lokasi yang sulit ditemukan dapat menyulitkan konsumen saat memeriksa produk.

Padahal, informasi kedaluwarsa seharusnya dapat dibaca dengan mudah dan tidak gampang terhapus. Kejelasan informasi ini menjadi bagian penting dari pengalaman konsumen ketika membeli maupun menggunakan produk.

Kepercayaan terhadap Merek Bisa Menurun

Kemasan sering menjadi salah satu hal pertama yang diperhatikan konsumen ketika menilai sebuah produk. Label yang tidak rapi, sulit dibaca, atau memiliki informasi berbeda antarbatch dapat menimbulkan keraguan terhadap kualitas dan profesionalisme produsen.

Sebaliknya, informasi yang disajikan secara jelas dan konsisten membantu konsumen merasa lebih yakin terhadap produk yang mereka pilih.

Ada Risiko Menggunakan Produk yang Sudah Kedaluwarsa

Produk yang telah melewati tanggal kedaluwarsa tidak lagi memiliki jaminan mutu sesuai ketentuan yang ditetapkan produsen. Untuk pangan olahan, produk yang telah melewati batas kedaluwarsa sebaiknya tidak dikonsumsi maupun diedarkan.

Karena itu, memeriksa tanggal kedaluwarsa sebaiknya menjadi kebiasaan sebelum menggunakan atau mengonsumsi produk, termasuk makanan ringan, susu, produk diet, dan suplemen. Klaim seperti rendah kalori atau mendukung pola hidup sehat tidak menghilangkan pentingnya memeriksa masa berlaku dan kondisi produk.

Cara Membaca Tanggal Expired dengan Benar

Memeriksa tanggal kedaluwarsa sebenarnya tidak sulit. Anda hanya perlu membiasakan diri membaca label dan memperhatikan kondisi produk sebelum menggunakannya.

Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:

  1. Cari keterangan pada kemasan. Perhatikan tulisan “Baik digunakan sebelum”, ED, atau EXP.
  2. Baca tanggal dengan teliti. Pastikan Anda memahami format tanggal yang digunakan, baik tanggal-bulan-tahun maupun bulan-tahun.
  3. Pastikan tanggal belum terlewati. Jangan mengabaikan informasi masa berlaku meskipun produk terlihat masih bagus.
  4. Periksa petunjuk penyimpanan. Perhatikan apakah produk harus disimpan pada suhu ruang, di lemari es, atau pada suhu tertentu, misalnya di bawah -18°C.
  5. Amati kondisi kemasan. Hindari mengonsumsi produk jika kemasannya rusak, menggelembung, bocor, atau mengeluarkan bau yang tidak normal.
  6. Terapkan prinsip KLIK. Periksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau menggunakan produk.

Kebiasaan sederhana ini membantu Anda lebih cermat dalam memilih produk. Namun, tanggal yang masih berlaku tidak otomatis menjamin produk aman jika kemasan rusak atau penyimpanannya tidak sesuai petunjuk.

FAQ tentang Expired

Apa arti expired?

Expired berarti masa berlaku suatu produk telah berakhir. Dalam bahasa Indonesia baku, istilah yang digunakan adalah kedaluwarsa. Istilah ini dapat ditemukan pada kemasan makanan, minuman, obat, kosmetik, dan berbagai produk lain.

Apakah expired dan kedaluwarsa memiliki arti yang sama?

Ya, secara umum keduanya merujuk pada masa berlaku produk yang telah berakhir. Perbedaannya terletak pada bahasa yang digunakan. Expired merupakan istilah bahasa Inggris, sedangkan kedaluwarsa adalah padanan bakunya dalam bahasa Indonesia.

Apakah produk masih boleh dikonsumsi setelah expired?

Untuk pangan olahan, produk yang telah melewati batas kedaluwarsa tidak lagi memiliki jaminan mutu sesuai ketentuan yang ditetapkan. Karena itu, produk tersebut sebaiknya tidak dikonsumsi maupun diedarkan.

Apa perbedaan best before dan expired?

Best before, yang dapat ditulis sebagai “Baik digunakan sebelum”, menunjukkan batas waktu jaminan mutu produk apabila disimpan sesuai petunjuk. Setelah tanggal tersebut, mutu produk tidak lagi dijamin oleh produsen. Arti dan penerapan keterangan pada label tetap perlu dilihat berdasarkan jenis produk serta ketentuan yang berlaku.

Bagaimana penulisan expired yang benar pada kemasan?

Untuk pangan olahan, gunakan frasa “Baik digunakan sebelum” sesuai ketentuan pelabelan yang berlaku, lalu cantumkan tanggal dalam format yang sesuai. Contohnya:

“Baik digunakan sebelum: 31-12-2026.”

Pastikan tanggal mudah dibaca, ditempatkan di lokasi yang jelas, dan sesuai dengan informasi masa simpan produk.

Expired adalah istilah bahasa Inggris yang berarti masa berlaku suatu produk telah berakhir. Dalam bahasa Indonesia, istilah bakunya adalah kedaluwarsa. Memahami informasi ini membantu konsumen lebih cermat saat memilih, menyimpan, dan menggunakan produk.

Bagi produsen dan pelaku usaha, pencantuman tanggal kedaluwarsa perlu dilakukan secara akurat, jelas, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Label yang informatif tidak hanya membantu konsumen memahami produk, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas layanan dan membangun kepercayaan terhadap merek.

Jika Anda membutuhkan bantuan dalam pengembangan konten edukatif, pengelolaan label produk, atau komunikasi merek yang lebih informatif, Anda dapat menghubungi tim DSI Printer melalui formulir kontak resmi.

Tim DSI Printer siap membantu kebutuhan Anda dalam menghadirkan informasi produk yang jelas, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis.