<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tips &amp; Tricks - Dynamic Synergy International</title>
	<atom:link href="https://dsi-printer.co.id/id/tips-tricks/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://dsi-printer.co.id/id/tips-tricks/</link>
	<description>Linx Continuous Inkjet Printer Distributor</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Mar 2024 08:36:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.1.9</generator>

<image>
	<url>https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2020/01/cropped-logo-icon-32x32.png</url>
	<title>Tips &amp; Tricks - Dynamic Synergy International</title>
	<link>https://dsi-printer.co.id/id/tips-tricks/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengenal Label Barang Berbahaya Pada Kemasan</title>
		<link>https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/mengenal-label-barang-berbahaya-pada-kemasan/</link>
					<comments>https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/mengenal-label-barang-berbahaya-pada-kemasan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Macklin Tan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2023 10:14:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel dan Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin Labeling]]></category>
		<category><![CDATA[Thermal Inkjet Printer]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Tricks]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dsi-printer.co.id/id/?p=4384</guid>

					<description><![CDATA[<p>Barang berbahaya adalah suatu elemen yang krusial dalam industri pengemasan dan transportasi. Untuk itu, penting bagi kita untuk mengetahui cara menangani barang-barang ini secara aman, serta mengetahui juga apa saja label barang berbahaya yang perlu diketahui. Istilah &#8220;Label Berbahaya&#8221; atau “Label B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya)” biasanya mengacu pada sistem yang disebut sebagai Globally Harmonized System (GHS), yang dikeluarkan oleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/mengenal-label-barang-berbahaya-pada-kemasan/">Mengenal Label Barang Berbahaya Pada Kemasan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://dsi-printer.co.id/id">Dynamic Synergy International</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<img width="1000" height="600" src="https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/05/label-berbahaya-1000x600-1.jpg" class="attachment-large size-large wp-post-image" alt="label barang berbahaya" decoding="async" style="float:right; margin:0 0 10px 10px;" loading="lazy" srcset="https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/05/label-berbahaya-1000x600-1.jpg 1000w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/05/label-berbahaya-1000x600-1-300x180.jpg 300w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/05/label-berbahaya-1000x600-1-768x461.jpg 768w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/05/label-berbahaya-1000x600-1-600x360.jpg 600w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/05/label-berbahaya-1000x600-1-200x120.jpg 200w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p><span style="font-weight: 400;">Barang berbahaya adalah suatu elemen yang krusial dalam industri pengemasan dan transportasi. Untuk itu, penting bagi kita untuk mengetahui cara menangani barang-barang ini secara aman, serta mengetahui juga apa saja label barang berbahaya yang perlu diketahui.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Istilah &#8220;Label Berbahaya&#8221; atau “Label B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya)” biasanya mengacu pada sistem yang disebut sebagai </span><i><span style="font-weight: 400;">Globally Harmonized System</span></i><span style="font-weight: 400;"> (GHS), yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Label ini ditempatkan pada setiap kemasan yang berisi bahan berbahaya atau kemasan yang berisi kumpulan material berbahaya.</span></p>
<h2><b>Pengertian Barang Berbahaya</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2001 mengenai Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), istilah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merujuk pada bahan yang, baik secara langsung maupun tidak langsung, memiliki sifat, konsentrasi, atau jumlah yang dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup, serta dapat membahayakan kesehatan, kelangsungan hidup manusia, dan makhluk hidup lainnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sementara itu, menurut definisi </span><i><span style="font-weight: 400;">Occupational Safety and Health Administration</span></i><span style="font-weight: 400;"> (OSHA) dari Pemerintah Amerika Serikat, B3 adalah bahan yang memiliki potensi tinggi untuk menyebabkan gangguan pada kesehatan manusia, kerusakan, atau pencemaran lingkungan, baik melalui sifat kimianya maupun kondisi fisiknya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada dasarnya, barang berbahaya atau </span><i><span style="font-weight: 400;">Dangerous Goods</span></i><span style="font-weight: 400;"> adalah barang atau zat yang berpotensi merusak lingkungan, kesehatan, dan keselamatan manusia jika tidak ditangani dengan tepat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Barang berbahaya dapat berbentuk padat, cair, atau gas dan berpotensi menyebabkan kebakaran, ledakan, keracunan, infeksi, atau kerusakan fisik lainnya jika tidak ditangani dengan baik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengingat potensi bahaya yang signifikan, penggunaan label yang tepat pada kemasan barang berbahaya menjadi sangat penting. Label ini memberikan informasi mengenai jenis dan tingkat bahaya, serta tindakan pencegahan yang harus diambil.</span></p>
<h2><b>9 Klasifikasi Bahan Berbahaya <em>(Dangerous Goods) </em>beserta Contohnya</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Terdapat 9 klasifikasi bahan berbahaya sesuai dengan aturan internasional. Setiap klasifikasi memiliki karakteristik, risiko, dan langkah-langkah penanganan yang berbeda. Berikut penjelasan lengkapnya.</span></p>
<h3><b>1. Golongan 1 – Bahan Peledak (</b><b><i>Explosives</i></b><b>)</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Bahan peledak adalah bahan yang memiliki potensi untuk meledak dan merusak struktur atau mengakibatkan cedera fisik parah pada manusia. Bahan peledak mencakup segala sesuatu dari bahan peledak komersial seperti dinamit, sampai ke petasan yang digunakan dalam perayaan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Manajemen penanganan bahan peledak memerlukan pengawasan ketat dan pengetahuan teknis tentang bagaimana menghindari kondisi yang bisa memicu ledakan.</span></p>
<h3><b>2. Golongan 2 – Gas (</b><b><i>Gases</i></b><b>)</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Gas berisiko tinggi mengakibatkan ledakan, kebakaran, dan </span><i><span style="font-weight: 400;">asphyxiation</span></i><span style="font-weight: 400;"> jika bocor dan tidak terkontrol. Gas ini dapat mencakup gas yang digunakan dalam industri, seperti hidrogen dan oksigen, serta gas rumah tangga seperti gas propana.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penanganan gas yang aman memerlukan peralatan yang tepat dan praktik-praktik keselamatan untuk mencegah kebocoran dan eksplosi.</span></p>
<h3><b>3. Golongan 3 – Cairan Mudah Terbakar (</b><b><i>Flammable Liquid</i></b><b>)</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Cairan yang mudah terbakar adalah cairan yang dapat dengan mudah terbakar atau meledak saat terpapar panas atau api. Contoh dari cairan mudah terbakar termasuk minyak, bensin, dan alkohol. Manajemen penanganan cairan mudah terbakar memerlukan pengendalian sumber panas dan langkah-langkah pencegahan kebocoran.</span></p>
<h3><b>4. Golongan 4 – Padatan Mudah Terbakar (</b><b><i>Flammable Solids</i></b><b>)</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Padatan yang mudah terbakar adalah zat yang dapat terbakar atau meledak saat terpapar panas atau api. Contohnya adalah fosfor dan sulfur. Padatan mudah terbakar memerlukan kondisi penyimpanan yang dingin dan kering, serta langkah-langkah penanganan yang hati-hati untuk mencegah kontak dengan api atau panas.</span></p>
<h3><b>5. Golongan 5 – Zat Pemantik dan Peroksida Organik (</b><b><i>Oxidizing Substances and Organic Peroxide</i></b><b>)</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Zat pemantik dan peroksida organik adalah zat yang bereaksi dengan kuat dan cepat dengan zat lain, menghasilkan panas yang cukup untuk menyebabkan kebakaran atau ledakan. Contoh dari golongan ini termasuk peroksida hidrogen dan nitrat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penanganan zat pemantik dan peroksida organik memerlukan langkah-langkah penanganan khusus untuk menghindari kontak dengan zat yang dapat memicu reaksi. Salah satu cara tindakan pencegahan bahaya zat yang bersifat <em>oxidizing </em>yaitu hindarkan bahan-bahan <em>oxidizing </em>dari panas, reduktor, serta bahan-bahan yang mudah terbakar lainnya.</span></p>
<p><a href="https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/artikel/jenis-inkjet-printer/"><b>Baca Juga: Berbagai Jenis Inkjet Printer Sesuai dengan Kegunaannya</b></a></p>
<h3><b>6. Golongan 6 – Zat Beracun dan Infeksius (</b><b><i>Toxic and Infectious Substances</i></b><b>)</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Zat beracun dan infeksius adalah zat yang dapat menyebabkan keracunan atau infeksi pada manusia dan hewan. Contoh termasuk racun industri dan bakteri patogen.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penanganan zat beracun dan infeksius memerlukan perlindungan pribadi yang tepat, seperti sarung tangan dan masker, serta prosedur penanganan khusus untuk mencegah kontaminasi dan paparan.</span></p>
<h3><b>7. Golongan 7 – Bahan Radioaktif (</b><b><i>Radioactive Materials</i></b><b>)</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Bahan radioaktif adalah zat yang memancarkan radiasi yang dapat merusak sel dan jaringan manusia. Contoh dari bahan radioaktif termasuk uranium dan plutonium. Bahan radioaktif memerlukan perlindungan khusus, seperti wadah timbal, dan tindakan pengendalian untuk membatasi paparan radiasi.</span></p>
<h3><b>8. Golongan 8 – Zat Korosif (</b><b><i>Corrosives</i></b><b>)</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Zat korosif adalah zat yang dapat merusak material lain, termasuk kulit dan mata manusia. Contoh dari zat korosif termasuk asam sulfur dan hidroksida. Penanganan zat korosif memerlukan perlindungan pribadi seperti kacamata pelindung dan sarung tangan, serta prosedur penanganan yang khusus untuk mencegah kontak langsung.</span></p>
<h3><b>9. Golongan 9 – Barang Berbahaya Lainnya (</b><b><i>Miscellaneous Dangerous Goods</i></b><b>)</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Golongan ini mencakup barang yang memiliki bahaya khusus yang tidak termasuk dalam kategori sebelumnya. Barang berbahaya lainnya bisa merusak lingkungan, seperti bahan kimia yang berpotensi merusak ozon, atau barang yang memiliki efek bahaya terhadap transportasi, seperti baterai lithium.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penanganan barang berbahaya lainnya memerlukan langkah-langkah penanganan dan penyimpanan yang spesifik dan tergantung pada jenis barangnya.</span></p>
<h2><b>Penerapan Label</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Label pada barang berbahaya memberikan informasi vital tentang jenis bahaya dan cara penanganan yang aman. Label harus mencakup simbol atau piktogram yang menunjukkan jenis bahaya, nama dan nomor UN (Nomor Identifikasi PBB) dari barang tersebut, serta instruksi penanganan khusus jika diperlukan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Label ini memainkan peran krusial dalam memastikan bahwa barang berbahaya ditangani dengan tepat selama pengiriman dan penyimpanan, sehingga dapat mencegah kecelakaan dan cedera.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Label juga membantu pekerja darurat dalam menangani situasi darurat yang melibatkan barang berbahaya, seperti kebocoran atau kebakaran, dengan memberikan mereka informasi penting tentang jenis barang dan tindakan pencegahan yang harus diambil.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Beberapa poin prosedur pengangkutan barang berbahaya yang perlu diperhatikan terkait ukuran dan tata letak label atau simbol pada pengangkutan bahan berbahaya (B3):</span></p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Simbol pada alat angkut memiliki ukuran 25 cm x 25 cm.</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Simbol pada wadah dan kemasan memiliki ukuran 10 cm x 10 cm.</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Pemasangan simbol pada kendaraan pengangkut B3 harus memungkinkan penglihatan yang jelas hingga jarak 20 meter.</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Warna dasar simbol adalah putih dengan garis tepi tebal berwarna merah, dan piktogramnya berwarna hitam. Gambar simbol akan disesuaikan dengan karakteristik khusus dari B3 tersebut.</span></li>
</ul>
<h2><b>Pemasangan Label pada Kemasan</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Pemasangan label pada kemasan barang berbahaya harus dilakukan dengan benar untuk memastikan efektivitasnya. Label harus ditempatkan pada tempat yang mudah dilihat, biasanya di sisi luar kemasan, dan harus tahan terhadap kondisi lingkungan selama transportasi dan penyimpanan, seperti panas, dingin, kelembaban, dan sinar matahari.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, label harus ditempatkan dengan jelas dan tidak boleh tertutup atau sulit dibaca. Semua informasi di label harus mudah dibaca dan dipahami oleh semua orang yang mungkin harus menangani atau berinteraksi dengan barang tersebut. Jika label rusak atau tidak dapat dibaca, label harus segera diganti dengan label baru yang memenuhi semua persyaratan ini.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan mengetahui dan memahami label berbahaya, kita dapat mengendalikan risiko dan menjamin bahwa barang berbahaya ditangani dengan aman dan efektif. Selalu perhatikan label pada barang berbahaya dan pastikan Anda memahami apa yang ditunjukkan oleh label tersebut.</span></p>
<p><a href="https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/artikel/pengertian-inkjet-printer/"><b>Baca Juga: Pengertian Inkjet Printer dan Bagaimana Cara Kerjanya</b></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/mengenal-label-barang-berbahaya-pada-kemasan/">Mengenal Label Barang Berbahaya Pada Kemasan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://dsi-printer.co.id/id">Dynamic Synergy International</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/mengenal-label-barang-berbahaya-pada-kemasan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fungsi Kode QR Untuk Perusahaan Industri</title>
		<link>https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/fungsi-kode-qr-untuk-perusahaan-industri/</link>
					<comments>https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/fungsi-kode-qr-untuk-perusahaan-industri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Macklin Tan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2023 09:58:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel dan Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Pengkodean dan Penandaan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Tricks]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dsi-printer.co.id/id/?p=4376</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kode QR telah berkembang pesat sebagai alat penting dalam industri bisnis dan teknologi. Orang-orang sudah mulai menyadari bahwa fungsi kode QR sangat beragam. Berbagai perusahaan industri memanfaatkan kode ini untuk mempercepat proses, memperkuat keamanan, dan memaksimalkan efisiensi.  Selain itu, perusahaan juga dapat menyampaikan informasi penting secara efisien dan instan kepada pelanggan, karyawan, dan mitra bisnis. Contohnya, beberapa perusahaan ritel menggunakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/fungsi-kode-qr-untuk-perusahaan-industri/">Fungsi Kode QR Untuk Perusahaan Industri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://dsi-printer.co.id/id">Dynamic Synergy International</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<img width="730" height="477" src="https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/05/qr-code.jpg" class="attachment-large size-large wp-post-image" alt="fungsi kode qr" decoding="async" style="float:right; margin:0 0 10px 10px;" loading="lazy" srcset="https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/05/qr-code.jpg 730w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/05/qr-code-300x196.jpg 300w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/05/qr-code-600x392.jpg 600w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/05/qr-code-200x131.jpg 200w" sizes="(max-width: 730px) 100vw, 730px" /><p><span style="font-weight: 400;">Kode QR telah berkembang pesat sebagai alat penting dalam industri bisnis dan teknologi. Orang-orang sudah mulai menyadari bahwa fungsi kode QR sangat beragam. Berbagai perusahaan industri memanfaatkan kode ini untuk mempercepat proses, memperkuat keamanan, dan memaksimalkan efisiensi. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, perusahaan juga dapat menyampaikan informasi penting secara efisien dan instan kepada pelanggan, karyawan, dan mitra bisnis. Contohnya, beberapa perusahaan ritel menggunakan kode QR pada produk mereka. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penggunaan QR </span><i><span style="font-weight: 400;">code </span></i><span style="font-weight: 400;">ini memungkinkan konsumen untuk memindai kode tersebut dan mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai produk, harga, dan ulasan.</span></p>
<h2><b>Apa Itu QR Code?</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;"><a href="https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/fungsi-kode-qr-untuk-perusahaan-industri/">QR Code</a> adalah kode dua dimensi yang dapat menyimpan banyak informasi. Kode QR, QR <em>code,</em> atau </span><i><span style="font-weight: 400;">Quick Response code </span></i><span style="font-weight: 400;">merupakan bentuk evolusi dari </span><i><span style="font-weight: 400;">barcode </span></i><span style="font-weight: 400;">yang kita kenal sebelumnya. Jika </span><i><span style="font-weight: 400;">barcode </span></i><span style="font-weight: 400;">hanya menyimpan data secara horizontal, kode QR mampu menyimpan data secara vertikal dan horizontal, membuat kapasitas penyimpanan data jauh lebih besar.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kode QR dirancang untuk dapat dibaca dengan cepat oleh </span><i><span style="font-weight: 400;">scanner </span></i><span style="font-weight: 400;">atau kamera </span><i><span style="font-weight: 400;">smartphone</span></i><span style="font-weight: 400;">, yang memudahkan penggunaan dalam berbagai situasi dan aplikasi. Bentuk umum kode QR adalah persegi dengan pola-pola unik di dalamnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pola ini bukan semata-mata desain, tetapi mengandung berbagai informasi yang bisa di-</span><i><span style="font-weight: 400;">decode</span></i><span style="font-weight: 400;"> atau diinterpretasikan oleh alat pembaca seperti </span><i><span style="font-weight: 400;">scanner </span></i><span style="font-weight: 400;">atau kamera </span><i><span style="font-weight: 400;">smartphone </span></i><span style="font-weight: 400;">dengan aplikasi pembaca kode QR.</span></p>
<h2><strong>Perbedaan Barcode dan QR Code</strong></h2>
<p>Secara istilah, <em>barcode </em>mungkin terdengar mirip dengan QR code. Namun, ternyata keduanya memiliki beberapa perbedaan yang penting untuk diketahui. Berikut merupakan beberapa poin penting mengenai apa bedanya <em>barcode </em>dan QR Code.</p>
<h3><strong>Dimensi</strong></h3>
<p>Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa QR Code tergolong ke dalam salah satu jenis <em>barcode. Barcode </em>terbagi menjadi dua jenis, yaitu <em>barcode</em> satu dimensi (1D) dan <em>barcode </em>dua dimensi (2D). QR Code merupakan <em>barcode </em>yang memiliki dua dimensi dan informasi yang tersimpan di QR Code bersifat vertikal dan horizontal, sementara <em>barcode</em> satu dimensi hanya mampu menyimpan informasi secara horizontal.</p>
<h3><strong>Kapasitas Data</strong></h3>
<p>Terkait dengan poin sebelumnya, karena QR Code menyimpan data dalam bentuk vertikal dan horizontal, maka kapasitas data yang dapat disimpan QR Code jauh lebih besar daripada <em>barcode </em>konvensional.</p>
<h3><strong>Perbedaaan Penggunaan</strong></h3>
<p>Dari segi penggunaan, <em>barcode </em>dan QR Code tentunya memiliki beberapa perbedaan. <em>Barcode </em>biasanya digunakan dalam industri retail untuk menandai kemasan suatu produk. Selain itu, <em>barcode </em>juga digunakan dalam penandaan International Standard Book Number (ISBN) dan juga International Standard Serial Number (ISSN) pada buku atau majalah, serta pencatatan barang-barang dan inventaris kantor.</p>
<p>Sementara itu, QR Code biasanya digunakan dalam hal validasi suatu barang, sertifikat, atau dokumen. QR Code juga berguna untuk membagikan <em>link </em>dan berperan sebagai salah satu alat pembayaran.</p>
<h2><b>Bagian-bagian QR Code</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">QR </span><i><span style="font-weight: 400;">code </span></i><span style="font-weight: 400;">terdiri dari beberapa elemen penting yang membentuk struktur utuh kode tersebut, seperti:</span></p>
<h3><b>Position Detection Markers</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada tiga sudut kode QR, Anda akan menemukan tiga kotak besar yang disebut</span><i><span style="font-weight: 400;"> Position Detection Markers</span></i><span style="font-weight: 400;">. Ini adalah bagian penting dari kode karena mereka membantu </span><i><span style="font-weight: 400;">scanner </span></i><span style="font-weight: 400;">mendeteksi posisi dan orientasi kode QR. Ini memungkinkan kode dibaca dari berbagai sudut dan bahkan jika kode itu miring atau terbalik.</span></p>
<h3><b>Alignment Marking</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Bagian ini berfungsi untuk memastikan bahwa kode QR tetap dapat dibaca meski terdistorsi, misalnya karena dilihat dari sudut atau jika kode ditekuk atau melengkung pada permukaan. </span><i><span style="font-weight: 400;">Alignment Marking </span></i><span style="font-weight: 400;">ini terletak di sebelah kanan bawah kode pada versi Kode QR yang lebih tinggi.</span></p>
<h3><b>Timing Pattern</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Garis alternatif hitam dan putih yang berjalan secara horizontal dan vertikal antara </span><i><span style="font-weight: 400;">Position Detection Markers.</span></i> <i><span style="font-weight: 400;">Timing Pattern</span></i><span style="font-weight: 400;"> ini membantu </span><i><span style="font-weight: 400;">scanner </span></i><span style="font-weight: 400;">memahami di mana informasi harus dibaca di dalam kode tersebut.</span></p>
<p><a href="https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/definisi-dan-jenis-continuous-inkjet-printer/"><b>Baca Juga: Continuous Inkjet Printer (CIJ): Definisi dan Jenis-Jenis</b></a></p>
<h3><b>Version Information</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Area kecil di dekat dua </span><i><span style="font-weight: 400;">Position Detection Marker</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang menyimpan informasi tentang versi kode QR yang digunakan. Hal ini penting karena berbagai versi kode QR dapat menyimpan jumlah data yang berbeda dan memiliki struktur yang sedikit berbeda.</span></p>
<h3><b>Format Information</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Area ini menyimpan informasi tentang pola </span><i><span style="font-weight: 400;">error correction</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan struktur masker kode QR. Informasi ini penting untuk memastikan bahwa kode dapat dibaca dengan benar, bahkan jika sebagian kode rusak atau tidak dapat dilihat.</span></p>
<h3><b>Data dan Error Correction Keys</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Bagian ini adalah inti dari kode QR karena ini adalah tempat data sebenarnya disimpan. </span><i><span style="font-weight: 400;">Error Correction Keys </span></i><span style="font-weight: 400;">digunakan untuk memastikan bahwa data masih dapat dibaca, bahkan jika sebagian dari kode rusak atau hilang.</span></p>
<h3><b>Quiet Zone</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Ini adalah area kosong di sekitar kode QR</span><i><span style="font-weight: 400;">. Quiet Zone </span></i><span style="font-weight: 400;">penting untuk memastikan bahwa </span><i><span style="font-weight: 400;">scanner </span></i><span style="font-weight: 400;">tidak mengalami kesalahan saat membaca kode, dengan memberikan batas jelas antara kode dan elemen lain di sekitarnya.</span></p>
<h2><strong>Cara Kerja QR Code</strong></h2>
<p>Cara kerja QR Code adalah dengan cara membaca komponen-komponen pada kotak kode. Tiga kotak besar di setiap sudut menggambarkan pembatas kode, sedangkan bagian kotak yang lebih kecil memiliki kegunaan untuk mengukur seberapa besar kotak. Beberapa komponen yang ada di tengah kode yaitu pola waktu, data informasi, dan nomor versi.</p>
<p>Area-area tersebut dibaca oleh <em>scanner</em> atau mesin pemindai. Setelah itu, data informasi yang terdapat di QR code akan diproses sehingga kita dapat mengakses QR code untuk mendapatkan informasi atau menuju tautan tertentu.</p>
<h2><b>Fungsi dari QR Code</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Fungsi dari QR </span><i><span style="font-weight: 400;">code </span></i><span style="font-weight: 400;">sangatlah beragam tergantung pada jenis industri dan terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Berikut penjelasan setiap fungsinya secara umum.</span></p>
<h3><b>1. Untuk Autentikasi Produk</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Kode QR berfungsi sebagai alat autentikasi produk. Dengan meng-</span><i><span style="font-weight: 400;">scan</span></i><span style="font-weight: 400;"> kode, kita bisa memastikan bahwa produk itu asli dan bukan barang palsu. Hal ini sangat penting dalam industri di mana pemalsuan produk sangat merugikan baik konsumen maupun produsen.</span></p>
<h3><b>2. Mempermudah Proses Pendataan </b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Kode QR mempermudah proses pendataan. Karena QR Code dapat menyimpan informasi dalam jumlah besar, perusahaan dapat memasukkan berbagai jenis data tentang produk atau layanan dalam kode tersebut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Data ini kemudian dapat diakses dengan cepat dan efisien hanya dengan memindai kode, sehingga mempercepat proses pendataan dan mengurangi kemungkinan kesalahan manusia.</span></p>
<h3><b>3. Mempermudah Proses Transfer Informasi</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Kode QR dapat menyimpan berbagai jenis informasi, termasuk teks, URL, dan data lainnya. Dengan demikian, mereka bisa digunakan untuk memudahkan transfer informasi antara perangkat digital.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Misalnya, seseorang dapat memindai Kode QR pada poster untuk langsung diarahkan ke website atau aplikasi tertentu.</span></p>
<p><a href="https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/artikel/data-matrix/"><b>Baca Juga: Data Matrix: Pengertian, Manfaat, dan Penggunaannya</b></a></p>
<h3><b>4. Mempercantik Desain </b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Walaupun Kode QR pada dasarnya adalah alat fungsional, mereka juga dapat digunakan untuk mempercantik desain. Kode QR dapat disesuaikan dengan berbagai cara untuk menyesuaikan dengan estetika merek atau produk.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Misalnya dengan mengubah warna atau bentuk elemen-elemen dalam kode, atau bahkan dengan memasukkan logo atau gambar di dalam kode tersebut.</span></p>
<h3><b>5. Sebagai Media Promosi dan Pemasaran</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Kode QR dapat menjadi alat promosi dan pemasaran yang efektif. Misalnya, mereka dapat digunakan dalam iklan cetak atau digital untuk mengarahkan pengguna ke </span><i><span style="font-weight: 400;">website</span></i><span style="font-weight: 400;">, </span><i><span style="font-weight: 400;">landing page</span></i><span style="font-weight: 400;">, atau media sosial perusahaan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kode QR juga bisa digunakan dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">event-event</span></i><span style="font-weight: 400;"> atau pameran untuk memberikan informasi lebih lanjut kepada pengunjung atau untuk memfasilitasi interaksi </span><i><span style="font-weight: 400;">digital</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<h3><b>6. Akses untuk Pelanggan ke Berbagai Konten Perusahaan</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Kode QR dapat digunakan untuk memberikan akses mudah bagi pelanggan Anda ke berbagai konten perusahaan. Contohnya, Kode QR pada produk atau di toko bisa di-</span><i><span style="font-weight: 400;">scan</span></i><span style="font-weight: 400;"> oleh konsumen untuk mengakses manual produk, layanan dukungan, video demonstrasi, dan lainnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ini tidak hanya memudahkan konsumen, tetapi juga membantu perusahaan membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan mereka.</span></p>
<h3><b>7. Pembayaran Digital</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Kini, kode QR juga sudah menjadi alat pembayaran yang populer. Dengan memindai kode QR, pengguna dapat melakukan transaksi pembayaran dengan cepat dan aman tanpa perlu menangani uang tunai atau kartu kredit. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, kode QR juga memudahkan pembayaran </span><i><span style="font-weight: 400;">online </span></i><span style="font-weight: 400;">dan </span><i><span style="font-weight: 400;">mobile</span></i><span style="font-weight: 400;">, serta transaksi </span><i><span style="font-weight: 400;">peer-to-peer</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<h3><b>8. Pengelolaan Inventaris</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Kode QR dapat digunakan untuk mempermudah pengelolaan inventaris dalam perusahaan industri. Setiap item atau produk dapat diberi label dengan kode QR yang unik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan memindai kode QR pada setiap item, informasi terkait seperti jumlah stok, tanggal produksi, dan lokasi penyimpanan dapat dengan mudah diperoleh dan di-</span><i><span style="font-weight: 400;">update</span></i><span style="font-weight: 400;">. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hal ini membantu perusahaan untuk mengoptimalkan pengelolaan inventaris, memantau persediaan, dan menghindari kekurangan atau kelebihan stok.</span></p>
<h3><b>9. Pelacakan Pengiriman dan Logistik</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">QR Code juga memiliki fungsi penting dalam pelacakan pengiriman dan logistik. Kode QR dapat ditempatkan pada paket atau kemasan produk, dan informasi terkait seperti nomor pelacakan, rute pengiriman, dan tanggal pengiriman dapat dienkripsi dalam Kode QR tersebut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan memindai kode QR, pihak logistik dapat memperoleh informasi </span><i><span style="font-weight: 400;">real-time </span></i><span style="font-weight: 400;">tentang status pengiriman, memantau pergerakan barang, dan memberikan pembaruan kepada konsumen tentang perkembangan pengiriman. Hal ini membantu memastikan keandalan dan transparansi dalam proses logistik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Secara keseluruhan, kode QR adalah teknologi yang sangat fleksibel dan berfungsi ganda. Dengan memahami dan memanfaatkan fitur dan fungsi dari kode QR, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi, keamanan, dan kenyamanan bagi konsumen mereka. Jadi, tidak heran jika kode QR semakin populer dan semakin banyak digunakan dalam berbagai sektor industri. Nah, tunggu apa lagi? Setelah tahu beragam fungsi kode QR, segera coba menggunakannya, yuk!</span><b></b></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/fungsi-kode-qr-untuk-perusahaan-industri/">Fungsi Kode QR Untuk Perusahaan Industri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://dsi-printer.co.id/id">Dynamic Synergy International</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/fungsi-kode-qr-untuk-perusahaan-industri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa Itu Kode Batch? Pengertian, Cara Membuat, dan Fungsinya</title>
		<link>https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/artikel/apa-itu-kode-batch-pengertian-cara-membuat-dan-fungsinya/</link>
					<comments>https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/artikel/apa-itu-kode-batch-pengertian-cara-membuat-dan-fungsinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Macklin Tan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 May 2023 09:49:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Industri Pengkodean dan Penandaan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Tricks]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dsi-printer.co.id/id/?p=4373</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pelacakan dan manajemen produk telah berkembang menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar proses manufaktur dan distribusi. Perusahaan kini memiliki alat dan teknologi yang memungkinkan mereka mengendalikan dan melacak produk mereka dengan presisi yang lebih besar. Salah satu alat yang digunakan dalam proses ini adalah kode batch. Kode batch telah menjadi elemen penting dalam operasi perusahaan modern, terutama dalam industri seperti [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/artikel/apa-itu-kode-batch-pengertian-cara-membuat-dan-fungsinya/">Apa Itu Kode Batch? Pengertian, Cara Membuat, dan Fungsinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://dsi-printer.co.id/id">Dynamic Synergy International</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<img width="681" height="473" src="https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/05/kode-batch-DSI.jpg" class="attachment-large size-large wp-post-image" alt="apa itu kode batch" decoding="async" style="float:right; margin:0 0 10px 10px;" loading="lazy" srcset="https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/05/kode-batch-DSI.jpg 681w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/05/kode-batch-DSI-300x208.jpg 300w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/05/kode-batch-DSI-600x417.jpg 600w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/05/kode-batch-DSI-200x139.jpg 200w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><p><span style="font-weight: 400;">Pelacakan dan manajemen produk telah berkembang menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar proses manufaktur dan distribusi. Perusahaan kini memiliki alat dan teknologi yang memungkinkan mereka mengendalikan dan melacak produk mereka dengan presisi yang lebih besar. </span><span style="font-weight: 400;">Salah satu alat yang digunakan dalam proses ini adalah kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch</span></i><span style="font-weight: 400;">. Kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">telah menjadi elemen penting dalam operasi perusahaan modern, terutama dalam industri seperti makanan, farmasi, dan kosmetik. </span><span style="font-weight: 400;">Namun, apa itu kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch</span></i><span style="font-weight: 400;">? Bagaimana cara kerjanya dan apa manfaatnya bagi bisnis atau perusahaan?</span></p>
<h2><b>Pengertian Kode Batch</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">adalah kumpulan karakter alfanumerik yang ditujukan untuk mengidentifikasi suatu kelompok produk yang diproduksi atau diproses dalam satu waktu. Setiap kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">mewakili suatu kelompok produk yang memiliki spesifikasi dan kualitas serupa karena mereka diproduksi dalam kondisi yang sama.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Misalnya, dalam industri farmasi, kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">pada obat akan memberikan informasi mengenai tanggal dan lokasi pembuatan, bahan yang digunakan, dan peralatan yang digunakan dalam proses produksi. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Informasi ini sangat penting untuk memastikan kualitas dan keamanan produk, serta untuk pelacakan dan pengendalian produk.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Nomor </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">memiliki perbedaan dengan nomor serial. Nomor </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">digunakan untuk mengidentifikasi grup produk yang diproduksi bersama dalam kondisi dan standar yang sama.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sedangkan untuk nomor serial adalah kode unik yang diberikan pada setiap unit produk secara individu, memungkinkan pelacakan detail dari produksi hingga pemakaian. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Penerapan kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">sangat luas. Mulai dari industri makanan, farmasi, hingga kosmetik dan elektronik, semua menggunakan kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">sebagai bagian dari sistem manajemen kualitas mereka. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam banyak kasus, penggunaan kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">tidak hanya menjadi standar industri, tetapi juga menjadi persyaratan hukum.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagai contoh, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia dan</span><i><span style="font-weight: 400;"> Food and Drug Administratio</span></i><span style="font-weight: 400;">n (FDA) di Amerika Serikat mengharuskan penggunaan kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">pada produk makanan dan farmasi.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/mengenal-kode-serialisasi-kode-unik-yang-sering-digunakan-pada-obat-dan-makanan/" target="_blank" rel="noopener">Mengenal Kode Serialisasi, Kode Unik yang Sering Digunakan pada Obat dan Makanan</a></strong></p>
<h2>Perbedaan Kode Produksi dan Expired Date</h2>
<p>Kode produksi atau <em>batch code </em>tentunya berbeda dengan tanggal kadaluarsa atau <em>expired date. </em>Kode produksi menandakan <span style="font-weight: 400;">suatu kelompok produk yang diproduksi dalam satu waktu, sementara tanggal <em>expired date </em>menandakan batas waktu suatu produk dapat digunakan atau dikonsumsi. Meskipun begitu, keduanya sama-sama penting, baik bagi produsen maupun konsumen.</span></p>
<h2><b>Cara Membuat Kode </b><b><i>Batch</i></b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Pembuatan kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">merupakan proses yang harus dilakukan dengan cermat dan teliti untuk memastikan pelacakan dan pengendalian produk dapat dilakukan dengan efektif. Berikut adalah langkah-langkah dalam membuat kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch</span></i><span style="font-weight: 400;">:</span></p>
<h3><b>1. Identifikasi Informasi yang Ingin Disertakan</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Langkah pertama dalam membuat kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">adalah menentukan informasi apa saja yang ingin disertakan dalam kode tersebut. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jenis informasi yang biasa disertakan adalah tanggal produksi, lokasi pembuatan, jenis bahan baku yang digunakan, dan informasi lainnya yang relevan dengan produk dan proses produksinya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pilihan informasi yang akan disertakan bergantung pada jenis produk dan kebutuhan industri. Misalnya, untuk produk makanan, tanggal produksi dan bahan baku yang digunakan mungkin menjadi informasi penting yang perlu disertakan dalam kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<h3><b>2. Tentukan Format dan Panjang Kode</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Setelah menentukan informasi yang akan disertakan, langkah selanjutnya adalah menentukan format dan panjang kode. Format kode bisa berupa kombinasi angka dan huruf, atau bisa juga hanya angka atau huruf saja, tergantung kebutuhan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Panjang kode juga perlu ditentukan, misalnya enam atau delapan karakter. Jumlah karakter dalam kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">harus cukup untuk menampung semua informasi yang perlu disertakan, tetapi tidak terlalu panjang hingga sulit diingat atau dicatat. Biasanya, panjang kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">berkisar antara 5-10 karakter.</span></p>
<h3><b>3. Buat Aturan Penomoran</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Aturan penomoran perlu dibuat untuk memastikan kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">selalu unik dan konsisten. Aturan ini menentukan bagaimana angka dan huruf diatur dalam kode dan bagaimana kode baru dibuat setiap kali ada produksi baru.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Aturan penomoran harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak ada dua </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">produk yang memiliki kode yang sama. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam banyak kasus, aturan penomoran akan mencakup sistem penomoran berurutan, di mana kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">untuk batch produksi berikutnya akan ditambah satu dari kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">sebelumnya.</span></p>
<h3><b>4. Implementasikan Sistem Pelacakan</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Setelah kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">dibuat, langkah berikutnya adalah mengimplementasikan sistem pelacakan. Sistem ini memungkinkan Anda untuk melacak pergerakan produk berdasarkan kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch</span></i><span style="font-weight: 400;">-nya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ini bisa dilakukan dengan sistem komputerisasi atau manual, tergantung pada skala operasi dan sumber daya yang tersedia. Sistem pelacakan harus mampu melacak produk dari titik produksi hingga distribusi dan memungkinkan pelacakan balik jika diperlukan.</span></p>
<h3><b>5. Cetak Label dengan Kode </b><b><i>Batch</i></b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Label dengan kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">harus dicetak dan ditempelkan pada setiap unit produk, atau pada kemasan grup produk jika lebih sesuai.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Label harus ditempatkan di tempat yang mudah dilihat dan tidak mudah rusak atau hilang selama proses distribusi dan penjualan. Selain itu, label harus dirancang sedemikian rupa sehingga kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">mudah dibaca dan dipahami.</span></p>
<h3><b>6. Validasi dan Verifikasi</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Setelah sistem kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">dan pelacakan diimplementasikan, perlu dilakukan validasi dan verifikasi. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa sistem tersebut berfungsi dengan baik dan bahwa kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">yang dihasilkan akurat dan konsisten.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Validasi melibatkan pemeriksaan sistem secara keseluruhan untuk memastikan bahwa semua prosedur dan protokol diikuti dengan benar. Sementara itu, verifikasi melibatkan pemeriksaan kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">secara spesifik untuk memastikan bahwa mereka memperlihatkan informasi yang seharusnya.</span></p>
<p><a href="https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/artikel/cara-mengecek-batch-code-pada-produk-kosmetik-dan-parfum/"><b>Baca Juga: Cara Mengecek Batch Code Pada Produk Kosmetik dan Parfum</b></a></p>
<h3><b>7. Pelacakan dan Pemantauan</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Setelah sistem kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">sepenuhnya diimplementasikan dan divalidasi, langkah terakhir adalah melakukan pelacakan dan pemantauan. Ini melibatkan pemantauan </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">produk secara reguler untuk memastikan bahwa kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">tetap konsisten dan akurat, dan bahwa sistem pelacakan berfungsi dengan baik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pemantauan juga dapat membantu mengidentifikasi masalah atau kelemahan dalam sistem, yang kemudian dapat diperbaiki untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi.</span></p>
<h2><b>Fungsi Kode </b><b><i>Batch</i></b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">memiliki berbagai fungsi penting dalam operasi sehari-hari sebuah bisnis atau perusahaan, termasuk membantu perusahaan menjalankan operasinya secara efektif dan efisien.</span></p>
<h3><b>1. Kontrol Kualitas</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan menggunakan kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch</span></i><span style="font-weight: 400;">, perusahaan dapat memastikan bahwa semua produk dalam satu batch memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jika terdapat produk yang cacat atau berkualitas rendah dalam satu </span><i><span style="font-weight: 400;">batch</span></i><span style="font-weight: 400;">, kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">memungkinkan perusahaan untuk melacak produk tersebut kembali ke tahap produksi tertentu dan mengidentifikasi masalah yang mungkin terjadi. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan cara ini, perusahaan dapat segera memperbaiki masalah dan mencegah produk yang berkualitas rendah mencapai konsumen.</span></p>
<h3><b>2. Pelacakan Kadaluarsa</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">juga sangat berguna dalam melacak tanggal kadaluarsa produk. Dalam industri seperti makanan dan farmasi, tanggal kadaluarsa adalah informasi yang sangat penting dan harus dipantau dengan cermat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch</span></i><span style="font-weight: 400;">, perusahaan dapat dengan mudah melacak produk berdasarkan tanggal produksinya dan memastikan bahwa produk yang sudah lewat tanggal kadaluarsa tidak beredar di pasaran.</span></p>
<h3><b>3. Mencegah Pemalsuan</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">yang unik dan sulit untuk dipalsukan, perusahaan dapat melindungi produknya dari pemalsuan. Hal ini sangat penting, terutama dalam industri seperti farmasi dan makanan, di mana pemalsuan produk dapat memiliki konsekuensi serius terhadap kesehatan dan keselamatan konsumen.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan melacak produk melalui kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch</span></i><span style="font-weight: 400;">, perusahaan dapat memastikan bahwa produk yang dijual di pasaran adalah produk asli dan bukan produk palsu.</span></p>
<h3><b>4. Kepatuhan terhadap Hukum</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Di banyak negara, termasuk Indonesia, penggunaan kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">adalah persyaratan hukum untuk beberapa jenis produk, seperti makanan dan obat-obatan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">membantu perusahaan memenuhi persyaratan hukum ini dengan menyediakan cara yang efektif dan efisien untuk melacak produk dan memastikan kualitasnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">juga dapat membantu perusahaan dalam hal audit dan inspeksi, karena mereka dapat dengan mudah menunjukkan bahwa mereka telah mengikuti semua prosedur dan standar kualitas yang diperlukan.</span></p>
<h3><b>5. Mengurangi Potensi Pemborosan</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">juga membantu perusahaan meminimalkan pemborosan. Misalnya, jika terjadi penarikan produk, perusahaan dapat menggunakan kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">untuk melacak </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">produk yang bermasalah dan hanya menarik produk dari </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">tersebut, bukan seluruh produk.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ini bisa menghemat banyak waktu dan sumber daya yang mungkin akan terbuang jika perusahaan harus menarik semua produknya dari pasaran.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pemahaman yang baik tentang kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch</span></i><span style="font-weight: 400;">, cara pembuatannya, dan fungsinya menjadi sangat penting dalam menjaga integritas dan kualitas produk. Selain itu, penggunaan kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch </span></i><span style="font-weight: 400;">juga berkontribusi pada transparansi dan kepercayaan konsumen.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan kode </span><i><span style="font-weight: 400;">batch</span></i><span style="font-weight: 400;">, konsumen dapat yakin bahwa produk yang mereka beli telah melalui proses produksi dan kontrol kualitas yang ketat, dan bahwa produk tersebut dapat dilacak dan dikelola dengan efisien jika diperlukan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam dunia bisnis yang semakin kompleks dan kompetitif, kemampuan untuk memberikan jaminan ini kepada konsumen adalah aset yang berharga.</span></p>
<p><a href="https://dsi-printer.co.id/id/produk/continuous-inkjet-printer/"><b>Lihat Daftar Lengkap Continuous Inkjet Printer di Sini</b></a></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/artikel/apa-itu-kode-batch-pengertian-cara-membuat-dan-fungsinya/">Apa Itu Kode Batch? Pengertian, Cara Membuat, dan Fungsinya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://dsi-printer.co.id/id">Dynamic Synergy International</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/artikel/apa-itu-kode-batch-pengertian-cara-membuat-dan-fungsinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Corrugated Box: Ukuran, Layer, dan Cara Print Corrugated Box</title>
		<link>https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/corrugated-box/</link>
					<comments>https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/corrugated-box/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Macklin Tan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2023 04:33:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel dan Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Continuous Inkjet Printer]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Tricks]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dsi-printer.co.id/id/?p=4001</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kemasan atau packaging pembungkus suatu barang ataupun produk merupakan hal yang penting untuk sebuah brand. Keberadaan dari kemasan tidak hanya sebagai pembungkus agar terlihat rapi, tetapi juga menjaga produk guna barang tersebut tetap aman. Oleh karena itu, kemasan pembungkus atau packaging sangat perlu dibuat menggunakan bahan yang berkualitas, salah satunya menggunakan corrugated box. Pada umumnya ada dua jenis bahan yang seringkali [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/corrugated-box/">Corrugated Box: Ukuran, Layer, dan Cara Print Corrugated Box</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://dsi-printer.co.id/id">Dynamic Synergy International</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<img width="1024" height="616" src="https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/01/corrugated-box-1024x616.webp" class="attachment-large size-large wp-post-image" alt="gambar beberapa corrugated box" decoding="async" style="float:right; margin:0 0 10px 10px;" loading="lazy" srcset="https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/01/corrugated-box-1024x616.webp 1024w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/01/corrugated-box-300x180.webp 300w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/01/corrugated-box-768x462.webp 768w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/01/corrugated-box-1536x924.webp 1536w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/01/corrugated-box-2048x1232.webp 2048w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/01/corrugated-box-1280x770.webp 1280w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/01/corrugated-box-1000x601.webp 1000w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/01/corrugated-box-600x361.webp 600w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/01/corrugated-box-200x120.webp 200w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p>Kemasan atau <em>packaging</em> pembungkus suatu barang ataupun produk merupakan hal yang penting untuk sebuah <em>brand</em>. Keberadaan dari kemasan tidak hanya sebagai pembungkus agar terlihat rapi, tetapi juga menjaga produk guna barang tersebut tetap aman. Oleh karena itu, kemasan pembungkus atau <em>packaging</em> sangat perlu dibuat menggunakan bahan yang berkualitas, salah satunya menggunakan <em>corrugated box.</em></p>
<p>Pada umumnya ada dua jenis bahan yang seringkali digunakan sebagai kemasan atau <em>packaging</em>, yaitu <em>corrugated box</em> dan <em>cardboard box</em>. Pada artikel kali ini, kita akan membahas bersama mulai dari apa itu <em>corrugated box</em>, ukuran dan jenisnya, hingga cara melakukan print pada <em>corrugated box</em>. Maka simak baik-baik penjelasan lengkap mengenai <em>corrugated box</em> berikut.</p>
<h2><strong>Apa yang Dimaksud <em>Corrugated Box</em>?</strong></h2>
<p><em>Corrugated box</em> atau dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai kertas kardus merupakan salah satu jenis kemasan yang memiliki gelombang pada bagian dalamnya. <em>Corrugated box</em> ini terbuat dari kertas <em>kraft liner</em> dan kertas <em>corrugated medium</em>. Jika dilihat dari karakteristiknya, maka <em>corrugated box</em> ini akan terlihat serupa dengan <em>cardboard box</em>.</p>
<p>Namun, kemasan ini lebih tebal jika dibandingkan dengan <em>cardboard box</em>. Oleh karena itu, jika Anda menggunakan jenis kemasan <em>corrugated box </em>ini, produk atau barang Anda akan sangat aman karena dari ketebalan pun dapat menjaga produk akan tetap dalam keadaan yang baik.</p>
<p>Selain itu, <em>corrugated box </em>juga memiliki lapisan yang disebut <em>flute. Flute </em>adalah lapisan bergelombang yang terdapat di lapisan dalam <em>corrugated box. Flute </em>tersebut berfungsi sebagai pelindung tekanan dan terbagi ke dalam beberapa level, dari yang bergelombang besar (<em>Flute A</em>) hingga bergelombang kecil (<em>Flute F</em>).</p>
<h2><strong>Ukuran Corrugated Box</strong></h2>
<p><em>Corrugated box</em> atau kertas kardus ini seringkali juga disebut sebagai karton box. Jenis kemasan ini memiliki beragam ukuran dan bentuk. Dengan bentuk dan ukurannya yang beragam ini, Anda bisa sesuaikan dengan isi produk yang akan disimpan di dalamnya. Berikut ini beragam bentuk atau ukuran dari <em>corrugated box</em>.</p>
<h3><strong>1. <em>Single Face</em></strong></h3>
<p><em>Corrugated box </em>jenis <em>single face </em>ini memiliki bagian yang bergelombang pada bagian sisi atasnya. Bagian tersebutlah yang mampu untuk menahan barang atau isian yang ada di dalamnya serta menahan berbagai guncangan dan getaran yang bisa mengakibatkan kerusakan produk.</p>
<h3><strong>2. <em>Single Wall</em></strong></h3>
<p><em>Single wall</em> memiliki tiga bagian kertas atau tiga lapisan (3 ply). Ukuran <em>single wall</em> ini memiliki ketebalan 2-5 mm, yang terdiri dari satu sisi datar atau liner yang dilem dengan <em>corrugated medium</em>. Jenis ukuran ini seringkali digunakan sebagai pembungkus barang elektronik, makanan, mainan, bantalan dalam pengisi wadah kemasan.</p>
<h3><strong>4. <em>Double Wall</em></strong></h3>
<p>Ukuran <em>corrugated box</em> kedua ini adalah <em>double wall</em> dengan lima bagian kertas (5 ply). <em>Double wall </em>memiliki ketebalan hingga 7 mm. Jenis ini biasa digunakan sebagai kemasan, sama halnya seperti ukuran <em>single wall</em>.</p>
<h3><strong>5. <em>Triple Wall</em></strong></h3>
<p>Jenis atau ukuran dari <em>triple wall corrugated box </em>umumnya memiliki cara pemasangan yag tidak jauh berbeda dari <em>double wall</em>. Hanya yang membedakan adalah dari jumlah dinding yang dimilikinya, yaitu berjumlah tiga lapis. Keunggulan dari <em>triple wall corrugated </em>adalah pada penggunaannya barang jauh akan lebih aman karena <em>triple wall</em> lebih kokoh dan kuat untuk menjaga barang atau produk yang ada di dalamnya.</p>
<p>Itulah beberapa jenis ukuran dari <em>corrugated box</em>, yang memiliki kegunaan sebagai kemasan yang sama. Namun, alangkah baiknya untuk penggunaan barang elektronik dengan beban yang berat menggunakan <em>double wall</em> dengan ukuran ketebalan hingga 10 mm.</p>
<h2><strong>Layer dari <em>Corrugated Box</em></strong></h2>
<p>Setelah membahas beragam jenis ukuran dan bentuk dari <em>corrugated box</em>, pada penjelasan berikut ini kita akan membahas beragam layer atau lapisan-lapisan dari <em>corrugated box</em>. <em>Corrugated box</em> memiliki tiga lapisan atau layer di dalamnya. Berikut ini jenis kertas yang digunakan sebagai lapisan dari <em>corrugated box</em>:</p>
<h3><em><strong>Kraft Liner</strong></em></h3>
<p><em>Kraft liner</em> pada umumnya digunakan sebagai bagian luar dari <em>corrugated box.</em> Bahan <em>kraft liner</em> ini memiliki daya tahan atau kekuatan yang sangat baik. Hal tersebut dikarenakan bahan kertas berjenis <em>kraft</em> terbuat dari bahan dasar kayu dengan serat memanjang yang kemudian diolah menjadi bubur kertas atau <em>pulp</em>. Daya tahan kuat itulah yang menjadikan kertas <em>kraft liner</em> ini sebagai <em>bursting strength</em> atau sebagai penahan guna menjaga kardus atau <em>box</em> tidak jebol.</p>
<h3><em><strong>Test Liner</strong></em></h3>
<p><em>Test liner</em> terbuat dari limbah kertas dan memiliki daya tahan di bawah kertas <em>kraft liner</em>. Kertas <em>test liner</em> ini juga sering disebut dengan <em>recycled paperboard </em>karena kertas ini memiliki bahan dominan dari kertas daur ulang. <em>Test liner</em> memiliki warna keabu-abuan sedikit terang.</p>
<h3><strong>Kertas Medium</strong></h3>
<p>Kertas medium pada umumnya digunakan sebagai bagian dalam pada box atau digunakan sebagai penyekat pada <em>corrugated sheet</em>. Jenis ini terbuat dari bahan daur ulang yang memiliki fungsi untuk menahan guncangan, getaran, atau tekanan. Bahkan kertas medium juga memberikan daya tumpuk yang lebih kuat. Kertas medium ini memiliki daya serap yang baik sehingga bisa digunakan sebagai bagian untuk pengeleman dibandingkan dengan kertas <em>kraft</em>.</p>
<p>Sebenarnya selain tiga layer atau lapisan yang telah dijelaskan di atas tersebut, kemungkinan juga ada beberapa kombinasi kertas-kertas lainnya agar membuat <em>corrugated box</em> terlihat lebih menarik.</p>
<p>Ada juga beberapa istilah-istilah lainnya yang kemungkinan perlu untuk Anda ketahui dari c<em>orrugated box</em>, di antaranya:</p>
<h4><em><strong>Creasing</strong></em></h4>
<p><em>Creasing </em>merupakan lipatan yang ada pada <em>corrugated box</em>. Kelipatatan ini memiliki kedalaman yang berbeda-beda, mulai dari satu perempat, hingga setengah dari ketebalan <em>sheet </em>dari dus. <em>Creasing </em>ini dibagi menjadi tiga tipe, yaitu <em>point flat</em>, <em>point to point</em>, dan <em>three point</em>. Jenis <em>creasing </em>sendiri disesuaikan dengan model serta jumlah dari dindingnya.</p>
<h4><em><strong>Flab</strong></em></h4>
<p><em>Flab</em> atau flap merupakan bagian yang memiliki fungsi sebagai penutup dari <em>corrugated box</em> dengan bentuknya yang standar.</p>
<h4><em><strong>Slot</strong></em></h4>
<p><em>Slot</em> pada <em>corrugated box </em>merupakan sebuah garis pemisah atau pemotong antara <em>flap</em>/flab penutup kardus.</p>
<p>Itulah beberapa lapisan atau layer beserta dengan istilah yang menjadi bagian dari karton dus atau <em>corrugated box</em>.</p>
<p><a href="https://dsi-printer.co.id/id/solusi/farmasi/"><strong>Baca Juga: Industri Farmasi</strong></a></p>
<h2><strong>Perbedaan <em>Corrugated Box</em> dan Kertas Karton</strong></h2>
<p>Seperti yang telah dibahas pada awal tadi, <em>corrugated box </em>atau karton box memiliki ketebalan hingga 7 mm bahkan lebih. Lalu, apa perbedaan <em>corrugated box </em>dengan <em>cardboard box</em>? Simak penjelasan berikut ini.</p>
<p><em>Cardboard box </em>atau yang sering disebut sebagai kertas karton memiliki kegunaan yang sama seperti <em>corrugated box</em>, yaitu sebagai kemasan produk. Namun, <em>cardboard box </em>ini memiliki ketebalan lebih tipis jika dibandingkan dengan kertas box/dus. Jadi fungsi dari <em>cardboard box </em>ini hanya bisa digunakan untuk mengemas makanan yang sangat ringan, seperti box sereal, box susu bubuk, dan sebagainya.</p>
<p>Dari segi harga pun <em>cardboard box </em>ini memiliki harga yang cenderung lebih murah jika dibandingkan dengan <em>corrugated box.</em> Bahkan karena lebih tipis, kemasan dengan jenis ini sangat mudah untuk dicetak dan dibentuk. Jika Anda hendak memberikan variasi seperti warna atau gambar khusus, kertas karton akan jauh lebih mudah untuk menyerap tinta.</p>
<p>Dengan perbedaan tersebut dapat disimpulkan bahwa <em>corrugated box </em>memiliki daya tahan yang lebih kuat serta ketebalan yang lebih jika dibandingkan dengan <em>cardboard box.</em> Namun, <em>cardboard box </em>memiliki keunggulan dari segi kemudahan untuk mencetak atau mengolah dengan pemberian warna atau gambar karena mudah untuk menyerap tinta. Karena memiliki keunggulannya masing-masing, Anda tinggal melakukan penyesuaian dengan kegunaan dan keunggulannya tersebut.</p>
<p><strong><span data-sheets-value="{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:&quot;Baca Juga: Apa Itu Kemasan, Tujuan dan Jenis Kemasan, Strategi dalam Pengemasan&quot;}" data-sheets-userformat="{&quot;2&quot;:13309,&quot;3&quot;:{&quot;1&quot;:0},&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;6&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;7&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;8&quot;:{&quot;1&quot;:[{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0,&quot;5&quot;:{&quot;1&quot;:2,&quot;2&quot;:0}},{&quot;1&quot;:0,&quot;2&quot;:0,&quot;3&quot;:3},{&quot;1&quot;:1,&quot;2&quot;:0,&quot;4&quot;:1}]},&quot;9&quot;:0,&quot;10&quot;:1,&quot;11&quot;:4,&quot;12&quot;:0,&quot;15&quot;:&quot;Roboto&quot;,&quot;16&quot;:10}">          Baca Juga: <span style="text-decoration: underline;"><a href="https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/apa-itu-kemasan-tujuan-dan-jenis-kemasan-strategi-pengemasan/" target="_blank" rel="noopener">Apa Itu Kemasan, Tujuan dan Jenis Kemasan, Strategi dalam Pengemasan</a></span></span></strong></p>
<h2><strong>Apakah <em>Corrugated Box</em> Ramah Lingkungan dan Tahan Lama?</strong></h2>
<p><em>Corrugated box </em>berbeda dengan kardus pada umumnya. <em>C</em><em>orrugated </em>ini memiliki ketebalan lebih tipis dan ramah lingkungan. Hal ini dikarenakan <em>corrugated box </em>terbuat dari bahan karton, yang didesain agar jauh lebih tahan lama dan memiliki kekuatan untuk menjaga produk yang ada di dalamnya.</p>
<p><em>Corrugated box </em>juga termasuk kemasan <em>biodegradable</em> yang tidak mengandung pewarna ataupun pemutih sehingga dapat didaur ulang kembali atau dijadikan sebagai kompos. Bahkan tidak seperti kardus biasanya, <em>corrugated box </em>juga dapat digunakan berulang kali sehingga akan menghemat uang sekaligus ramah terhadap lingkungan karena mengurangi jejak karbon.</p>
<p>Jadi, <em>corrugated box </em>dapat dikatakan bisa menjadi kebutuhan yang <em>sustainable </em>atau dengan menggunakan <em>corrugated box </em>ini Anda tidak akan mengorbankan masa depan lingkungan karena seperti yang telah disebutkan tadi, <em>corrugated box </em>dapat digunakan secara berulang kali, bahkan didaur ulang.</p>
<h2><strong>Bagaimana Cara Mencetak <em>Corrugated Box</em>?</strong></h2>
<p>Jika Anda merasa penasaran dengan cara mencetak <em>corrugated box</em>, mari kita bahas bersama metode pencetakan pada <em>corrugated box</em> dengan proses yang berbeda daripada umumnya. Ada dua cara dasar untuk mencetak pada <em>corrugated box</em>, yaitu <em>pre-printing</em> dan <em>printing</em> secara langsung.</p>
<p><em>Printing</em> secara langsung berarti melakukan pencetakan secara langsung sebuah gambar ke box. Ini merupakan cara yang telah biasa dan umum untuk mencetak pada karton box. Pada umumnya cara mencetak atau print secara langsung pada <em>corrugated box </em>dilakukan dengan fleksografi atau digital printing.</p>
<p>Sementara itu, <em>pre-printing</em> merupakan cara mencetak dengan menggunakan media selembar kertas terlebih dahulu, yang kemudian ditempelkan pada <em>corrugated box</em>. Ada beberapa cara atau jenis untuk melakukan <em>pre-printing</em>, seperti berikut:</p>
<h3><strong>Mencetak di <em>Linerboard</em></strong></h3>
<p>Dengan cara ini, Anda melakukan print pada <em>linerboard</em> terlebih dahulu sebelum melakukan perekatan pada media. Kualitas cetaknya pun akan lebih bagus jika dibandingkan dengan cetak secara langsung, tetapi tidak akan sebagus dengan <em>litholabelling</em>.</p>
<h3><em><strong>Single-Face Corrugated</strong></em></h3>
<p>Metode selanjutnya ini memiliki hasil cetak yang lebih tahan lama daripada menggunakan metode linerboard. Bahkan akan jauh lebih kuat jika melakukan pencetakan dengan metode ini untuk <em>corrugated box</em>.</p>
<h3><strong>Metode <em>Litholabelling</em></strong></h3>
<p>Cara print yang sangat baik dan lebih bagus kualitasnya adalah dengan menggunakan metode <em>litholabelling</em>. Contoh <em>corrugated</em> yang menggunakan metode ini adalah di karton box televisi, yang dilakukan dengan print pada label yang disebut <em>litholabelling</em>, yang kemudian direkatkan pada <em>corrugated box</em>.</p>
<p>Dengan menggunakan metode <em>Litholabelling</em> ini maka gambar yang dihasilkan juga akan jauh lebih realistis, memukau dengan <em>embossing,</em> stempel foil, kaca spot, atau hiasan lainnya.</p>
<p>Lalu, metode apa yang akan jauh lebih baik untuk digunakan? Sebenarnya seluruh metode tersebut akan jauh lebih baik jika sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika Anda akan melakukan pencetakan pada <em>corrugated box</em> dengan <em>brand</em> Anda sendiri atau untuk pengerjaan pesanan, maka akan jauh lebih mudah dan kualitasnya pun akan jauh lebih baik jika menggunakan printer inkjet DSI karena hasilnya pun akan jauh lebih tahan lama.</p>
<p>Salah satu printer inkjet DSI terbaik yang dapat Anda gunakan untuk mencetak <em>corrugated box </em>adalah Continuous Inkjet Printer. Untuk mengetahui lebih dalam tentang apa itu Continuous Inkjet Printer, bagaimana cara Continuous Inkjet bekerja, serta rekomendasi Continuous Inkjet Printer terbaik, Anda bisa membaca penjelasannya di artikel <strong><a href="https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/definisi-dan-jenis-continuous-inkjet-printer/" target="_blank" rel="noopener">Continuous Inkjet Printer (CIJ): Definisi dan Jenis-Jenis</a></strong>.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/corrugated-box/">Corrugated Box: Ukuran, Layer, dan Cara Print Corrugated Box</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://dsi-printer.co.id/id">Dynamic Synergy International</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/corrugated-box/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mesin Labelling: Pengertian, Teknik, Tipe, dan Tips Memilih</title>
		<link>https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/artikel/mesin-labelling/</link>
					<comments>https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/artikel/mesin-labelling/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Macklin Tan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2023 03:25:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin Labeling]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Tricks]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://dsi-printer.co.id/id/?p=4010</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pelabelan atau pemberian label menggunakan mesin labelling pada kemasan produk di sini bertujuan untuk memberikan data informasi identitas produk. Informasi produk tersebut mulai dari keterangan kandungan, merek dagang, kode produksi, sampai juga tanggal kadaluarsa yang sangat berguna bagi konsumen. Produk konsumsi seperti makanan, minuman, obat-obatan dan lain sebagainya menggunakan label sebagai sarana pemasaran dengan desain yang dibuat semenarik mungkin. Nah, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/artikel/mesin-labelling/">Mesin Labelling: Pengertian, Teknik, Tipe, dan Tips Memilih</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://dsi-printer.co.id/id">Dynamic Synergy International</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<img width="1024" height="683" src="https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/01/seseorang-memegang-botol-pineapple-chipot-le-salsa-1024x683.webp" class="attachment-large size-large wp-post-image" alt="seseorang memegang botol pineapple chipot le salsa - mesin labelling" decoding="async" style="float:right; margin:0 0 10px 10px;" loading="lazy" srcset="https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/01/seseorang-memegang-botol-pineapple-chipot-le-salsa-1024x683.webp 1024w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/01/seseorang-memegang-botol-pineapple-chipot-le-salsa-300x200.webp 300w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/01/seseorang-memegang-botol-pineapple-chipot-le-salsa-768x512.webp 768w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/01/seseorang-memegang-botol-pineapple-chipot-le-salsa-1000x667.webp 1000w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/01/seseorang-memegang-botol-pineapple-chipot-le-salsa-600x400.webp 600w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/01/seseorang-memegang-botol-pineapple-chipot-le-salsa-200x133.webp 200w, https://dsi-printer.co.id/id/wp-content/uploads/2023/01/seseorang-memegang-botol-pineapple-chipot-le-salsa.webp 1224w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p>Pelabelan atau pemberian label menggunakan mesin labelling pada kemasan produk di sini bertujuan untuk memberikan data informasi identitas produk. Informasi produk tersebut mulai dari keterangan kandungan, merek dagang, kode produksi, sampai juga tanggal kadaluarsa yang sangat berguna bagi konsumen.</p>
<p>Produk konsumsi seperti makanan, minuman, obat-obatan dan lain sebagainya menggunakan label sebagai sarana pemasaran dengan desain yang dibuat semenarik mungkin. Nah, pahami terlebih dahulu, yuk, apa itu mesin labelling!</p>
<h2><strong>Apa Itu Mesin Labelling</strong></h2>
<p>Mesin labelling sendiri di sini merupakan mesin yang digunakan untuk melindungi produk saat dijual, didistribusikan dan digunakan untuk mengemas suatu produk. Kemasannya berfokus pada desain, evaluasi serta produksi paket. Kemasan yang digunakan untuk menjadi alat yang mampu mempersiapkan barang yang akan dikirimkan dan juga dikirim di gudang.</p>
<p>Mesin labeling botol memiliki kegunaan untuk merekatkan label brand ke botol plastik. Adapun manfaat penempelan label bukan hanya sekedar untuk menunjukkan merek produk, tetapi juga bisa bermanfaat untuk keterangan tanggal kadaluarsa, manufaktur, dan nomor seri produk dalam kemasan.</p>
<p>Mesin labelling juga seringkali disebut mesin label. Manfaat dari mesin tersebut yaitu dapat memberi perlindungan pada produk Anda. Ketika dijual atau dikirim ke pedangan, suatu produk perlu dikemas sedemikian rupa supaya tetap terjaga kondisi dan kualitasnya.</p>
<h2><strong>Tujuan Proses Labelling</strong></h2>
<p>Pelabelan akan menjadi salah satu bentuk elemen penting yang harus ada agar produsen dapat mudah mengontrol produksi mereka supaya tidak menimbulkan <em>miss</em> pada setiap proses yang dilakukan. Selain itu, pelabelan merupakan sebuah teknologi yang dibuat untuk proses melindungi sebuah produk dengan tujuan pengiriman maupun tujuan untuk penyimpanan dalam kurun waktu yang cukup lama dalam skala besar.</p>
<p>Hal tersebut tentu saja akan menghindarkan sebuah produk maupun barang akan terhindar dari elemen yang bisa membuat produk menjadi mudah rusak. Namun, perlu Anda tahu jika di sini lain hal itu juga untuk menjauhkan dari debu yang dapat merusak produk dari segi kualitas.</p>
<p>Mesin labelling pada dasarnya digunakan untuk sebagai alat pembantu desain sehingga lebih mudah, cepat, dan mendapatkan hasil yang optimal pula. Evaluasi sebuah barang juga akan memberi peran penting dan cukup besar hanya dengan sebuah kemasan. Dengan hal tersebut, Anda tidak perlu repot untuk mengecek barang secara fisik, melainkan hanya perlu lewat data yang sudah terkumpul secara kolektif.</p>
<h2><strong>Perbedaan Labelling dan Proses Pengemasan</strong></h2>
<p>Pengemasan di sini merupakan proses mendesain serta membuat paket untuk membungkus atau berisi produk untuk memastikan perlindungan, kemudahan dalam penggunaan dan penyimpanan. Perusahaan di seluruh dunia juga telah menghabiskan banyak uang dalam membuat paket untuk produk.</p>
<p>Sedangkan untuk pelabelan sendiri merupakan proses merancang dan membuat label untuk produk. Pelabelan di sini bagian dari kemasan, di mana informasi yang diperlukan diberikan dalam bentuk label. Informasi tersebut di antaranya yaitu nama merek, <em>grade</em>, deskripsi, dan sebagainya.</p>
<h2><strong>Teknik-Teknik Pencetakan Label </strong></h2>
<h3><strong>Teknik Cetak Tinggi (<em>Letterpress</em>)</strong></h3>
<p>Teknik mencetak yang satu ini sebenarnya adalah bentuk teknik cetak tertua yang masih bertahan sampai sekarang ini. <em>Letterpress</em> pertama kali ditemukan di Cina. Hanya saja, ketika itu mesin yang digunakan masih sederhana. Prinsip tersebut jugalah yang digunakan pada mesin cetak Gutenberg.</p>
<p>Pada teknik pencetakan seni grafis <em>letterpress</em>, bidang pencetak atau klise di sini juga diukir sesuai dengan desain yang ingin dicetak. Lantaran diukir, terdapat bagian yang menonjol dan ada juga bagian yang masuk ke dalam. Bagian menonjol inilah yang nantinya akan diberi tinta untuk selanjutnya ditempelkan ke media cetak, baik itu kertas ataupun media cetak lainnya.</p>
<p>Hasil cetak dari teknik percetakan <em>letterpress</em> ini tentu aja mengikuti pola ukiran klise karena dicetak dengan cara ditempelkan sehingga pada bagian kiri dan kanannya akan terbalik. Contoh dari penerapan teknik mencetak tinggi atau <em>letterpress</em> saat ini juga dapat dilihat pada cap stempel.</p>
<h3><strong>Teknik Cetak Datar (<em>Offset</em>)</strong></h3>
<p>Jika pada teknik cetak tinggi klise mempunyai dua bagian, yaitu bagian tinggi dan bagian rendah, beda halnya dengan teknik mencetak datar atau offset. Teknik percetakan yang satu ini telah menggunakan media pencetak atau klise yang permukaannya datar. Akan tetapi sebagai gantinya, klise yang di gunakan mempunyai dua bagian, yaitu bagian yang menyerap tinta dan bagian yang menolak tinta.</p>
<p>Hasil cetak dari teknik seni grafis <em>offset</em> nantinya akan disesuaikan dengan pola atau desain permukaan yang menyerap tinta. Tinta yang digunakan di sini ada empat macam, di antaranya yaitu tinta berwarna biru (<em>cyan</em>), merah (magenta), kuning (<em>yellow</em>) dan hitam (<em>key</em>). Karena itulah, setting tinta offset umumnya menggunakan istilah CMYK.</p>
<h3><strong>Teknik Cetak Dalam (Retografur)</strong></h3>
<p>Dapat dikatakan, teknik cetak dalam atau retogravure merupakan kebalikan dari cetak tinggi. Pada teknik tersebut, bagian yang membentuk gambar atau tulisan yaitu ada pada bagian klise yang menjorok ke dalam. Itulah kenapa teknik yang satu ini disebut cetak dalam.</p>
<p>Untuk mencetak dengan teknik seni grafis rotogravure, tinta printer ini dituangkan pada permukaan klise yang menjorok ke dalam. Ketika media cetak, seperti halnya kertas ditempelkan, maka gambar atau tulisan yang tercetak akan mengikuti desain dari permukaan klise yang menjorok ke dalam tersebut.</p>
<h2><strong>Tipe-Tipe Mesin Pencetak Label</strong></h2>
<p>Setidaknya ada beberapa tipe mesin yang kerap dipakai pada proses pelabelan kemasan produk. Mesin-mesin cetak label berikut ini tentu ada kekurangan dan kelebihannya.</p>
<h3><strong>1. Inkjet Printer</strong></h3>
<p>Inkjet printer cocok bagi Anda yang harus memberi label pada kemasan atau ingin menambahkan tanggal kadaluarsa di kemasan makanan dalam waktu cepat. Mesin cetak inkjet printer bekerja dengan prinsip memanfaatkan semburan tinta ke permukaan barang. Proses pelabelan menggunakan alat ini memang cepat, tetapi terkadang hasil cetaknya tidak tahan lama.</p>
<blockquote><p><strong>See Also: <a href="https://dsi-printer.co.id/id/news-info/definisi-dan-jenis-continuous-inkjet-printer/" target="_blank" rel="noopener">Continuous Inkjet Printer (CIJ): Definisi dan Jenis-Jenis</a></strong></p></blockquote>
<h3><strong>2. Thermal Printer</strong></h3>
<p>Thermal printer tidak menggunakan tinta layaknya inkjet printer, tetapi menggunakan teknik pemanasan langsung maupun menggunakan sejenis bahan lilin dalam proses pencetakan labelnya. Proses pelabelan kemasan produk menggunakan thermal printer hasilnya lebih awet karena tahan cuaca. Selain itu, mesin cetaknya pun tidak perlu perawatan yang intens.</p>
<h3><strong>3. Laser Printer</strong></h3>
<p>Printer laser cara kerjanya mirip mesin <em>fotocopy</em> dengan kemampuan cetak cepat dan banyak. Hasil cetaknya beresolusi tinggi dengan kualitas memuaskan.</p>
<h3><strong>4. Dot Matrix Printer</strong></h3>
<p>Printer dot matrix merupakan printer yang pertama kali dipakai pada proses pencetakan barcode. Printer ini mudah dalam proses <em>maintenance</em>-nya, tetapi hasil cetaknya mudah pudar karena tergantung pada kualitas pita printernya.</p>
<h2><strong>Jenis-Jenis Label dan Material dari Label yang Biasa Digunakan</strong></h2>
<h3><strong>1. Label produk (<em>product label</em>)</strong></h3>
<p>Label produk di sini yaitu jenis label yang mengandung berbagai informasi mengenai produk tersebut. Informasi yang terkandung di dalamnya antara lain yaitu komposisi (bahan baku pembuatan produk), informasi gizi, kandungan, tanggal kadaluwarsa, sampai izin produksi seperti nomor BPOM dan sertifikat Halal dari MUI.</p>
<h3><strong>2. Label merek (<em>brand label</em>)</strong></h3>
<p>Label merek adalah salah satu jenis label yang menunjukkan logo atau merek produk dalam kemasan produk. Sebuah label merek bermanfaat untuk memberi informasi mengenai produsen produk kepada konsumen.</p>
<h3><strong>3. Label tingkat (<em>grade label</em>)</strong></h3>
<p>Label tingkat adalah salah satu jenis label yang berfungsi untuk memberi informasi mengenai tingkat mutu dan kualitas produk kepada konsumen. Label tingkat atau <em>grade label </em>terdiri dari beberapa jenis, yaitu:</p>
<ul>
<li>Grade A, B, C, D</li>
<li>Grade 1,2,3,4</li>
<li><em>Good</em> (baik), <em>better</em> (lebih baik), <em>best</em> (terbaik)</li>
</ul>
<h3><strong>4. Label deskriptif (<em>descriptive label</em>)</strong></h3>
<p>Label deskriptif di sini adalah jenis label yang mengandung informasi deskripsi tentang produk tersebut, baik ciri-ciri produk, keistimewaan produk, maupun cara pemakaian produk. Tujuannya di sini yaitu untuk menarik perhatian konsumen dan mendorong konsumen untuk memilih produk tersebut.</p>
<h2><strong>Bagaimana Mesin Labelling Bekerja</strong></h2>
<p>Cara penggunaan alat label harga cukup mudah untuk anda dapat diaplikasikan. Karena mesin tersebut hanya perlu digunakan selayaknya Anda menggunakan printer untuk mencetak hasil yang Anda inginkan. Supaya lebih mudah memahami cara menggunakan alat label harga, berikut ini merupakan panduan langkah-langkah menggunakan alat label harga.</p>
<ul>
<li>Pertama, siapkan terlebih dulu alat label harga yang anda miliki.</li>
<li>Selanjutnya, barulah masukkan plastik bening yang nantinya akan digunakan untuk memberi label. Anda juga dapat menggunakan plastik yang sudah didesain khusus untuk memberi sebuah branding pada produk yang akan anda jual.</li>
<li>Kemudian, atur plastik tersebut melingkar memutari alat label harga tersebut sampai semua bagian terhubung.</li>
<li>Hubungkan dengan arus listrik, tunggu sebentar sampai panasnya cukup.</li>
<li>Selanjutnya, barulah siapkan botol yang akan anda beri label.</li>
<li>Letakkan botol di lokasi yang sudah tersedia pada alat label harga.</li>
<li>Berikutnya anda hanya bisa tinggal melakukan pressing pada botol tersebut.</li>
<li>Selesai, barulah botol sudah dilabeli dengan alat label harga.</li>
</ul>
<h2><strong>Tips Memilih Mesin Labelling</strong></h2>
<h3><strong>1. Pilih sesuai dengan karakter industri</strong></h3>
<p>Beberapa industri di sini tentu saja mempunyai beberapa persyaratan khusus untuk mesin dan peralatan. Misalnya, industri makanan mempunyai persyaratan ketat tentang kebersihan komoditas. Maka dari itu, peralatan produksi dan pengemasan terkait harus terbuat dari baja 304 dan paduan aluminium. Itu harus tahan korosi dan tahan terhadap karat serta juga memenuhi persyaratan produksi GMP.</p>
<h3><strong>2. Memahami kebutuhan produksi</strong></h3>
<p>Persyaratan selanjutnya dalam produksi meliputi jumlah spesifikasi produk, efisiensi produksi dan produksi produk, persyaratan label, dll. Ada banyak jenis mesin pelabelan di pasaran, di antaranya mesin pelabelan multi-fungsi, mesin pelabelan sederhana dengan fungsi khusus, mesin pelabelan berkinerja tinggi, dan juga sebagainya.</p>
<p>Ketika memilih mesin pelabelan yang sesuai, dengan pertimbangan peningkatan produk. Hal tersebut perlu Anda cermati dalam memilih produk yang bisa memenuhi output pelabelan produk dan persyaratan akurasi pelabelan produk.</p>
<h3><strong>3. Meminta bantuan pemasok</strong></h3>
<p>Apabila pembeli tidak memahami kinerja dan penerapan mesin pelabelan, sampel yang perlu diberi label serta label sampel harus dikirim ke produsen mesin pelabelan. Hal ini bertujuan untuk evaluasi dan pengujian sebanyak mungkin untuk mengkonfirmasi kompatibilitas dari produsen mesin pelabelan dengan produknya sendiri. Serta apakah persyaratan modul pencetakan bisa dicapai untuk mengurangi risiko kelayakan pembelian.</p>
<p>Nah itu dia penjelasan tentang <em>mesin labelling</em><strong><em>.</em></strong> Semoga bermanfaat bagi Anda semua!!!</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/artikel/mesin-labelling/">Mesin Labelling: Pengertian, Teknik, Tipe, dan Tips Memilih</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://dsi-printer.co.id/id">Dynamic Synergy International</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dsi-printer.co.id/id/artikel-dan-berita/artikel/mesin-labelling/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
